Masalahnya, mimpi itu tidak semulus bayangan mereka. Ketiganya gagal melewati pelatihan akademi damkar dan malah ditempatkan di divisi pelayanan non-kebakaran.
Premis ini justru terasa dekat dengan kehidupan nyata. Di Indonesia, petugas damkar memang sering menangani aduan warga di luar urusan api, dari evakuasi hewan sampai urusan-urusan tak terduga lainnya.
Bukan cuma ketawa, ada misi yang lebih gelap
Di tengah kekacauan itu, trio ini tanpa sengaja menguak sindikat perdagangan anak. Misi penyelamatan anak-anak pun jadi taruhan yang mengubah film ini dari sekadar komedi jadi cerita yang lebih tegang.
Rigen mengaku cerita film ini terasa personal. Saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis 29 Oktober 2026, ia menyebut kisahnya seperti menggambarkan perjalanan persahabatan mereka selama membangun GJLS.
Film ini disutradarai Monty Tiwa dan diproduseri Indra Yudhistira. Produksinya digarap Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment, dan jadi film kedua trio ini setelah GJLS: Ibuku Ibu-Ibu.
Sudah dites di Jakarta Film Week
Sebelum tayang reguler, GJLS: Berapi-Api sempat diputar khusus di Jakarta Film Week 2026. Pemutaran itu berlangsung Jumat 23 Oktober 2026 pukul 18.50 WIB di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Gala premiere-nya sendiri digelar 29 Oktober 2026 di Epicentrum XXI, lengkap dengan armada mobil damkar asli dan bus wahana interaktif di pelataran bioskop.
Deretan pemainnya juga ramai. Selain trio utama, ada Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, dan sejumlah nama lain.
Lagu temanya pun tidak main-main. Barasuara menggarap lagu orisinal berjudul "Api dan Mimpi" khusus untuk film ini.
Jadi, ini bukan cuma soal gagal jadi damkar. Ini soal tiga sahabat yang cita-citanya mentok, tapi malah ketemu misi yang jauh lebih besar dari sekadar kelihatan keren.
Film GJLS: Berapi-Api tayang serentak di bioskop Indonesia mulai hari ini, 5 November 2026. Durasi yang tercantum di jadwal bioskop: 110 menit, rating Remaja.



