Jakarta, Meramu — Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) disebut mulai waspada melihat arus pemain keturunan yang memilih Timnas Indonesia. Penilaian itu datang dari pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo, bukan dari pernyataan resmi KNVB.
Kesit menyampaikan pandangan itu di siaran Morning Zone Okezone, yang dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menduga KNVB kini memperketat pemantauan dan proteksi terhadap pemain muda binaannya.
Pola yang Dibaca Kesit
Menurut Kesit, polanya berulang: pemain muda yang kariernya mentok di level junior Belanda dan pupus harapan masuk tim senior Oranje akhirnya mencari jalan lain. Indonesia jadi pelabuhan berikutnya.
Begitu membela Garuda, sejumlah nama itu justru melejit di klub Eropa. Kesit menyebut Jay Idzes di Sassuolo, Calvin Verdonk di LOSC Lille, dan Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach.
"Mungkin ya, mungkin ini yang kemudian membuat pemain-pemain keturunan Indonesia ada di Belanda yang mulai tertarik dengan kita. KNVB pun pada akhirnya mencoba menjaga para pemain mudanya agar tak diambil lagi," kata Kesit dengan nada dugaan, bukan kepastian.
Yang Perlu Diluruskan
Penting ditegaskan: sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi KNVB yang mengumumkan kebijakan proteksi semacam itu. Yang ada adalah penilaian pengamat atas pola perpindahan pemain.
Bagi Indonesia, konteksnya jelas: pelatih John Herdman disebut menyiapkan pemain-pemain baru dalam enam bulan ke depan setelah gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada 7 Januari–5 Februari 2027 sudah di depan mata, dengan Indonesia di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Jadi, waspada atau tidaknya KNVB, perebutan talenta keturunan masih akan jadi cerita panjang. Yang pasti, Garuda kini punya daya tarik yang dulu tidak dimiliki.
Sumber fakta: Rajaskor, 31 Oktober 2026; Okezone (Morning Zone), dikutip 31 Oktober 2026.



