Jakarta, Meramu — Setelah 25 tahun berkarya, MALIQ & D'Essentials resmi memulai babak baru: bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia. Kabar ini diumumkan 30 Oktober 2026, cuma selang sehari setelah mereka merayakan album ke-10 lewat pameran Kabar Gembira di ASHTA District 8.
Langkah ini bukan sekadar pindah label. Lewat Sony Music, MALIQ membuka peluang kolaborasi lintas regional, menjangkau pendengar baru, sampai proyek kreatif di luar musik, termasuk kolaborasi brand.
Kepala A&R Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta, bilang MALIQ adalah mitra yang tepat karena identitas musikalnya kuat dan kemampuannya untuk terus relevan lintas generasi.
Angga Puradiredja menegaskan arah bandnya: "Kami tidak ingin jadi band nostalgia. Tapi kami juga tidak mau memaksakan diri untuk jadi anak muda."
Widi Puradiredja menyebut kabar ini sebagai kabar baik untuk para pendengar setia yang sudah mengikuti mereka sejak awal.
Buat yang mengikuti perjalanan MALIQ, langkah ini terasa masuk akal. Mereka sempat mandiri lewat label sendiri, Organic Records, dan kini memilih jaringan global Sony Music, tanpa melepas karakter musikal yang sudah jadi identitas mereka sejak 2002.
Pameran Kabar Gembira sendiri masih berlangsung sampai 17 November 2026 di Melting Pot, GF, ASHTA District 8, Jakarta Selatan. Sementara album ke-10 mereka dijadwalkan rilis 11 November 2026.
Jadi, ini bukan sekadar pengumuman bisnis. Ini sinyal kalau MALIQ masih mau tumbuh, bukan cuma dikenang.



