Momen itu ia bagikan lewat media sosial pada Minggu, 1 November 2026. Tissa mengaku bahagia karena untuk pertama kalinya berkesempatan menghadiri festival film bergengsi di Tokyo.
Ia tidak sendiri. Tissa hadir bersama Nicholas Saputra, Laura Basuki, Nagra Pakusadewo, dan sutradara Garin Nugroho. Di karpet merah, Tissa tampil mengenakan gaun kuning dengan aksesori senada.
Satu-satunya di Kompetisi Utama
Merah Sebelum Fajar menjalani pemutaran perdana dunia pada 27 Oktober 2026 di TIFF, yang berlangsung 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film ini bersaing dengan 14 karya internasional lainnya di kompetisi utama.
Dari enam film Indonesia yang tampil di TIFF 2026, Merah Sebelum Fajar menjadi satu-satunya yang masuk Main Competition. Film ini juga dijadwalkan tayang lagi pada 30 Oktober dan 3 November, dengan pengumuman pemenang pada 4 November 2026.
Kisah 1946, Perjalanan Lintas Sumatra–Yogyakarta
Film berdurasi 113 menit ini mengambil latar Indonesia pada 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan. Ceritanya berpusat pada Frans, yang diperankan Nicholas Saputra, dalam misi mengantarkan dokumen dari Sumatra ke Yogyakarta, ibu kota sementara Republik Indonesia.
Tissa memerankan Bandriah, seorang penyanyi keliling yang bergabung dalam rombongan perjalanan Frans. Ia beradu akting dengan Laura Basuki, Bront Palarae, dan Nagra Pakusadewo.
Skenarionya ditulis Garin Nugroho bersama Dirmawan Hatta, diproduksi Atarui Films. Nicholas Saputra juga bertindak sebagai produser sekaligus pencetus gagasan film ini.
Penonton Indonesia dijadwalkan bisa menyaksikannya di bioskop mulai 21 Januari 2027.



