M
MERAMUGagasan, kultur, cerita — diramu jadi satu.
← Beranda
Musik

AMI Awards 2026: Tulus Borong 4 Piala, Idgitaf Bawa Pulang Album Terbaik

Redaksi Meramu•5 November 2026•3 Menit Baca
AMI Awards 2026: Tulus Borong 4 Piala, Idgitaf Bawa Pulang Album Terbaik
Tulus tampil di Jakarta International Java Jazz Festival 2020 (foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, domain publik; bukan momen AMI Awards 2026).

Meramu — Malam puncak AMI Awards ke-29 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), akhirnya menutup rasa penasaran soal dua kategori paling bergengsi. Tulus keluar sebagai pemenang terbesar lewat "Teh Hijau", sementara Idgitaf membawa pulang Album Terbaik lewat "Berusaha di Bawah Hujan".

Tulus memborong empat piala sekaligus. "Teh Hijau" dinobatkan sebagai Karya Produksi Terbaik-Terbaik, dan Tulus juga menang Artis Solo Pria Pop Terbaik lewat lagu yang sama.

Dua piala lainnya datang dari pilihan pendengar. "Teh Hijau" terpilih sebagai Lagu Favorit, dan Tulus sendiri dinobatkan sebagai Penyanyi Favorit, keduanya persembahan Telkomsel.

"Teh Hijau" juga membawa berkah buat orang di balik aransemennya. Yoseph Sitompul menang Penata Musik Pop Terbaik berkat lagu tersebut.

### Idgitaf: tiga piala, satu pidato yang bikin hening

Idgitaf masuk dengan enam nominasi dan pulang membawa tiga piala. Album "Berusaha di Bawah Hujan" dinobatkan sebagai Album Terbaik-Terbaik, mengalahkan nama-nama besar di kategori utama.

Dua piala lainnya datang dari lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan". Lagu itu menang Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik, plus Video Lirik Favorit persembahan YouTube.

Naik ke panggung, Idgitaf membuka pidatonya dengan kalimat yang langsung disambut riuh. "Selamat malam lagi, aku Idgitaf. Hari ini saya bawa tiga AMI!"

Tapi pidatonya tidak berhenti di ucapan syukur. Ia memakai hujan sebagai gambaran tentang kondisi masyarakat yang bertolak belakang.

"Berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lain sebagainya," kata Idgitaf.

"Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas."

Ia juga berterima kasih kepada Tuhan Yesus, kedua orang tuanya, serta para musisi dan produser di balik albumnya, termasuk Enrico Octaviano, Lafa Pratomo, dan Melon.

### Bukan cuma Tulus dan Idgitaf

Bernadya menang Artis Solo Wanita Pop Terbaik lewat "Rabun Jauh", mengalahkan Ghea Indrawari, Idgitaf, Lyodra, dan Mahalini.

Grup vokal no na mencuri perhatian di debut AMI mereka. Mereka membawa pulang dua piala: Karya Produksi Grup Vokal Terbaik dan Pendatang Baru Terbaik lewat "Rollerblade".

Raim Laode menang Album Pop Terbaik lewat "Iqro'", album 11 lagu yang sudah diputar lebih dari 200 juta kali di Spotify. Perunggu menang Duo/Grup Pop Terbaik lewat "Pikiran Yang Matang".

Afgan menang Artis Solo Soul/R&B Terbaik lewat "Kacamata", piala R&B pertamanya setelah 18 tahun berkarier. Sementara itu, Dipha Barus dan Hindia menang kategori Dance Terbaik lewat "Nafas".

AMI Awards tahun ini mengusung tema "Ruang Nada Nusantara" dengan 67 kategori. Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) mencatat 5.360 lagu masuk proses penilaian.

Penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada A. Riyanto, Tito Soemarsono, Indrawati Widjaja, dan Zaenal Combo.

Satu lagu tentang teh hijau, satu album tentang hujan. Dua karya yang sama-sama sederhana itu membuktikan karya yang jujur masih bisa menang besar — di mata juri, dan di telinga pendengar.

← Kembali ke Beranda