Lagu ini lahir dari curhat Jason Ranti soal lini masa yang makin riuh. Menurut Lafa, obrolan itu berawal dari keresahan melihat lini masa yang dipenuhi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dari keresahan itu, ketiganya mengangkat fenomena jaringan dengan AI sebagai tema sentral. Lagu ini jadi semacam diskusi musikal soal kecemasan terhadap AI, bukan sekadar lagu kolaborasi biasa.
Isyana dan Jason mengisi vokal, sementara Lafa bertindak sebagai produser dan arranger. Penulisan lagunya dikerjakan bertiga, dengan dukungan KithLabo dan Syaip Studio.
EP "Garis Tegak" sendiri adalah ruang Lafa menyalurkan gagasan kreatif pribadinya lewat kolaborasi yang tidak biasa. Sebelumnya, fragmen keempat "Juara Dua" menggandeng Ari Lesmana dan White Chorus dengan pesan resiliensi dan keberanian memilih tenang.
Lyric video "Dogs Are Always True" sudah bisa ditonton di YouTube, dan lagunya tersedia di Spotify dan platform digital lain. Di tengah lini masa yang tidak pernah tidur, lagu ini menawarkan jeda yang langka: berhenti sejenak, lalu mendengarkan keresahan sendiri.



