M
MERAMUGagasan, kultur, cerita — diramu jadi satu.
← Beranda
Entertainment

BTS Bebas dari Dua Gugatan Plagiat di AS, Tapi Jangan Keburu Bilang "Menang Telak"

Redaksi Meramu•6 November 2026•4 Menit Baca
BTS Bebas dari Dua Gugatan Plagiat di AS, Tapi Jangan Keburu Bilang "Menang Telak"
BTS membawakan "Mic Drop" di konser Love Yourself, Hong Kong, 24 Maret 2019. Foto: I DARE U JK via Wikimedia Commons, CC BY 3.0. Foto konser 2019, bukan dari persidangan.

Meramu — BTS akhirnya bisa bernapas lega. Dua gugatan hak cipta yang membayangi lagu "SWIM" dan album ARIRANG di pengadilan Amerika Serikat berakhir dalam kurun dua pekan. Satu ditolak hakim, satu lagi dicabut sendiri oleh penggugatnya.

Kabar terbaru datang pada Selasa, 4 November 2026 waktu Amerika Serikat. Tiga komposer Amerika, Steve Cooper, Jon Sandler, dan Greylyn Johnson, mencabut gugatan mereka atas "SWIM" di Pengadilan Distrik California Tengah. Billboard yang mengutip dokumen pengadilan melaporkan penarikan itu, dan media Korea seperti StarNews serta Kstyle mengonfirmasi kabar tersebut pada 5 November.

Gugatan itu diajukan pada 8 Juli 2026. Ketiganya menuduh "SWIM", lagu utama album studio kelima BTS, ARIRANG, menjiplak demo mereka yang berjudul sama dan selesai pada Maret 2025. Mereka membawa analisis musikolog sebagai bukti dan menuntut ganti rugi, bagi hasil, sampai status co-writer.

Dua Kasus, Dua Akhir Berbeda

Ini bukan satu-satunya perkara. Sejak 25 Agustus 2026, komposer Melissa Mays juga menggugat BTS, HYBE, HYBE America, dan Big Hit Music di Pengadilan Distrik Virginia Timur. Ia menuduh enam lagu ARIRANG memakai karyanya tanpa izin, termasuk "SWIM", "Hooligan", "2.0", "Body to Body", "Normal", dan "Animal", dengan tuntutan lebih dari 700 juta won atau sekitar 500 ribu dolar AS.

Bedanya, kasus Mays berakhir lewat palu hakim. Pada 18 September, Hakim Leonie Brinkema menolak gugatan pertama karena dianggap tidak memuat klaim yang sah secara hukum. Mays diberi waktu sampai 9 Oktober untuk memperbaiki, dan ia mengajukan gugatan revisi pada 8 Oktober. Hasilnya sama: pada 22 Oktober pengadilan menolak lagi dan menyatakan klaim itu frivolous, alias tidak berdasar, lalu memenangkan pihak tergugat.

Alasannya cukup telak. Registrasi hak cipta Mays belum lengkap, rekaman yang ia klaim sebagai bukti kunci tidak bisa diverifikasi keberadaannya, dan ia tidak menunjukkan bukti konkret bahwa BTS menjiplak karyanya. Pengadilan juga memberinya waktu 30 hari untuk banding.

Yang Dicabut Bukan Berarti Kalah di Meja Hijau

Kasus "SWIM" di California punya akhir yang berbeda. Penggugat mundur sebelum HYBE sempat mengajukan jawaban resmi. Pada 28 September mereka lebih dulu mencabut gugatan terhadap Big Hit Music, lalu pada 4 November mencabut sisanya. Total, perkara ini berjalan sekitar 119 hari.

Penting dicatat: penarikan gugatan bukan berarti pengadilan menyatakan "SWIM" bersih secara musikal. Dalam dokumen pengadilan juga tidak tercatat ada tidaknya kesepakatan di antara kedua pihak. Yang pasti, tuduhan itu kini berhenti di situ.

Begitu pula putusan Virginia. Hakim tidak memutuskan apakah melodinya mirip atau tidak. Yang diputus adalah gugatannya tidak punya cukup bukti untuk lanjut. Itu beda yang penting, dan sering hilang saat berita ini disingkat jadi "BTS menang".

Kenapa Ini Penting Buat ARMY

"SWIM" bukan lagu sembarangan. Lagu utama ARIRANG ini sempat memuncaki Billboard Hot 100. Tuduhan plagiat terhadap lagu sebesar itu tentu bukan gosip kecil, apalagi datang dua kali dari dua pihak berbeda.

Big Hit Music sejak awal membantah. Agensi menyebut tuduhan itu klaim sepihak dan menegaskan "SWIM" diciptakan secara independen. Kini, setelah dua perkara itu selesai, agensi dan BTS bisa fokus ke hal lain: musiknya sendiri.

Buat ARMY, ini kabar lega. Tapi buat penikmat musik, ini pengingat juga: di era semua orang bisa mengklaim apa pun, yang menentukan bukan seberapa keras tuduhannya, melainkan seberapa kuat buktinya. Dan kali ini, bukti itu tidak ada.

← Kembali ke Beranda