Jakarta hari ini ramai lagi. Mahasiswa Universitas Trisakti bergerak ke Istana Negara membawa Tritura — dan berbeda dengan kericuhan kemarin, aksi kali ini berakhir tertib.
Aksi yang digerakkan Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Trisakti ini dimulai dengan konsolidasi di kampus Grogol, Jakarta Barat, pukul 10.00 WIB. Seruannya disebar lewat Instagram @kepresmausakti.
Siang harinya, polisi sudah bersiaga di kawasan Patung Kuda dengan tameng, kendaraan Brimob, dan pembatas jalan. Pukul 15.25 WIB, Jl. Medan Merdeka Selatan ditutup dan lalu lintas dialihkan.
Sekitar pukul 15.55 WIB, massa berkumpul di Patung Kuda. Jalan tertutup dari kedua arah, sebagian massa long march dari arah Tugu Tani.
Ini Isi Tritura
Tritura adalah Tiga Tuntutan Rakyat. Pertama, pemulihan lima sektor nasional: ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan.
Kedua, pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik. Ketiga, penegakan supremasi sipil.
Atribut aksi ikut bicara: bendera abu-abu bertuliskan "TRITURA Tiga Tuntutan Rakyat" dan bendera hitam besar bertuliskan "Dengan nama Tuhan, Ini Adalah Kegalapan".
Ditemui Stafsus, Bubar Tertib
Sore harinya, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Binbin Firman Tresnadi menemui perwakilan massa di depan barikade polisi. Diskusi berlangsung sekitar 30 menit, lalu ia naik ke mobil komando.
Ia berjanji membantu masyarakat terdampak karhutla mengakses rumah sakit dan pengobatan gratis, meneruskan aspirasi mahasiswa kepada para menteri — terutama Menteri Kehutanan — serta membawa tuntutan evaluasi kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke pemerintah.
Catatannya: itu janji lisan di lokasi aksi, bukan kebijakan resmi yang sudah diterbitkan. Belum ada tindak lanjut formal yang diberitakan.
Sekitar pukul 18.42–19.00 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib. Sebelum bubar, ada pembacaan Tritura, penyalaan flare, lagu Indonesia Pusaka, salat Magrib berjemaah, dan doa bersama agar karhutla berakhir. Jl. Medan Merdeka Selatan kembali dibuka dan lalu lintas normal.
Bukan Cuma Trisakti
Hari ini bukan cuma soal Trisakti. Polda Metro Jaya mencatat 61 titik penyampaian pendapat dan 17 kegiatan masyarakat lainnya di Jakarta.
Di antaranya: Aksi Kamisan di Taman Pandang Istana, Koalisi Nasional Perempuan Indonesia di DPR, pelaku UMKM di DPRD DKI yang menyoroti daya beli turun, dan pengemudi ojol di Kementerian UMKM yang menuntut keadilan tarif.
BEM UNJ bergerak di Tugu Tani, BEM SI se-Jabodetabek di Silang Selatan Monas, plus aksi serikat pekerja dan sektor industri di sejumlah titik.
Yang Perlu Diluruskan
Kericuhan yang ramai diberitakan — Malioboro, Bandung, Makassar — itu kejadian 28 Oktober, bukan hari ini. Di Jakarta hari ini, tidak ditemukan laporan kericuhan.
Satu-satunya insiden yang dilaporkan adalah penahanan singkat mahasiswa Trisakti di Jl. Abdul Muis — dan itu pun baru satu sumber (Kompas TV), belum terverifikasi media lain.
Jumlah massa Trisakti juga masih simpang siur: ada yang menyebut ribuan, ada yang menyebut ratusan. Polisi tidak merinci angka pastinya.
Gelombang ini adalah lanjutan peringatan Sumpah Pemuda. Dan kalau hari ini jadi patokan, pesannya jelas: aksi bisa besar, tapi tetap tertib — dan tuntutan tetap sampai ke depan barikade.
Sumber fakta: Polda Metro Jaya; detikcom; radarjakarta.id; afu.id; konotasi.com; beritahoki.com; lensahukum.co.id; posbekasi.com (29 Okt 2026).



