M
MERAMUGagasan, kultur, cerita — diramu jadi satu.
← Beranda
Berita Umum

Papua Masih Membara: 973 Titik Api Sepanjang Oktober, Merauke Jadi Epicentrum

Redaksi Meramu•30 Oktober 2026•3 Menit Baca
Papua Masih Membara: 973 Titik Api Sepanjang Oktober, Merauke Jadi Epicentrum
Asap karhutla menyelimuti permukiman di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (ilustrasi). Foto: Zenibas via Wikimedia Commons.

Karhutla Papua belum padam hingga akhir Oktober 2026: 973 titik panas terdeteksi, 880 di antaranya di Papua Selatan, meski hujan buatan sudah memangkas titik api 78 persen.

Merauke, Meramu — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua belum juga padam sepenuhnya hingga akhir Oktober 2026. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 973 titik panas di seluruh Pulau Papua sepanjang bulan ini, dan sekitar 90 persennya menumpuk di satu provinsi: Papua Selatan.

Api mulai berkobar sejak puncak musim kemarau pada pertengahan Agustus 2026. Dua bulan lebih berselang, asapnya masih jadi langganan langit Papua.

MERAUKE PALING PARAH, RATUSAN HEKTARE BELUM PADAM

Papua Selatan mencatat 880 titik panas dari total 973 titik itu. Total lahan terdampak di provinsi ini diperkirakan lebih dari 750 hektare, dengan 161 hektare sudah hangus terbakar dan sekitar 592 hektare lainnya masih belum sepenuhnya padam.

Skala Papua secara keseluruhan lebih besar lagi. BNPB mencatat total lahan terbakar di tiga provinsi — Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan — mencapai sekitar 2.393 hektare. Dari jumlah itu, estimasi lahan yang masih terbakar mencapai 677 hektare.

Papua Barat Daya sendiri menyumbang 2.131 hektare lahan terbakar, Papua Tengah 100 hektare, dan Papua Selatan 161 hektare. BNPB menyebut api masih terjadi di Kota Sorong dan Kabupaten Merauke, dan pemadaman di sejumlah titik terkendala akses yang sulit dijangkau.

HUJAN BUATAN BIKIN TITIK API ANJLOK 78 PERSEN

Ada kabar baik dari langit. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikerahkan pemerintah — 10 sorti penerbangan dengan 10.000 kilogram garam — berhasil menurunkan hujan di Merauke utara dan tengah, Boven Digoel selatan, dan Mappi selatan.

Hasilnya langsung terasa. Titik api di Papua Selatan anjlok 78 persen, dari 295 menjadi 65 titik, dan jarak pandang yang tadinya cuma 1–5 kilometer membaik menjadi 7–8 kilometer.

Tapi perjuangan belum kelar. Kabupaten Asmat belum kebagian hujan sama sekali, dan BNPB mengingatkan ancaman belum lewat: El Niño saat ini sangat kuat, angin kering masih bertiup, dan asap lintas batas dari Papua Nugini ikut masuk ke Papua Selatan. Status tanggap darurat karhutla Papua Selatan sendiri masih berlaku hingga 28 November 2026.

Satu catatan penting biar nggak salah baca data: titik panas bukan sama dengan jumlah kebakaran atau luas lahan yang terbakar. Turunnya hitungan titik api adalah kabar baik, tapi bukan berarti bahaya sudah berakhir — api bawah permukaan bisa bertahan lama tanpa terdeteksi satelit.

← Kembali ke Beranda