M
MERAMUGagasan, kultur, cerita — diramu jadi satu.
← Beranda
Tech

Pabrik Baterai CATL Karawang Sudah Produksi, Prabowo Segera Resmikan

Redaksi Meramu•30 Oktober 2026•2 Menit Baca
Pabrik Baterai CATL Karawang Sudah Produksi, Prabowo Segera Resmikan
Bahlil Lahadalia. Foto: Jeromi Mikhael via Wikimedia Commons.

Pabrik baterai CATL di Karawang sudah berproduksi sejak Juli 2026, dan Presiden Prabowo dijadwalkan segera meresmikannya.

Karawang, Meramu — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat.

Kabar itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10). "Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," kata Bahlil.

Tanggal peresmiannya sendiri belum diumumkan. Yang pasti, pabriknya sudah jalan duluan.

Sudah produksi sejak Juli

Menurut Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif pada September 2026, produksi CATIB sudah berlangsung sejak Juli 2026. Pabrik ini merupakan perusahaan patungan IBC dan CBL, anak usaha raksasa baterai Tiongkok CATL.

Groundbreaking-nya dilakukan Prabowo sendiri pada 29 Juni 2025. Fasilitasnya berdiri di kawasan Artha Industrial Hill dan Karawang New Industry City.

Tahap pertama punya kapasitas 6,9 gigawatt-jam (GWh). Kapasitas itu direncanakan naik hingga setidaknya 15 GWh, cukup untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik. Nilai investasi pengembangannya sekitar US$1,2 miliar.

Pabrik ketiga dan rantai yang terintegrasi

Dengan beroperasinya CATIB, Indonesia kini punya tiga pabrik baterai kendaraan listrik. Dua sebelumnya adalah PT HLI Green Power (Hyundai-LG) di Karawang yang diresmikan Juli 2024, dan REPT Battero di kawasan IWIP, Halmahera Tengah, yang diresmikan 8 Oktober 2026.

Selain baterai mobil, CATIB juga memproduksi sistem penyimpanan energi (BESS). Bahlil menyebut ekosistemnya sudah terintegrasi penuh, dari tambang, smelter HPAL, prekursor, katoda, sampai sel baterai.

Proyek ini berstatus Proyek Strategis Nasional. Total nilai ekosistemnya mencapai US$5,9 miliar, membentang di 3.023 hektare, dan diproyeksikan menyerap 8.000 tenaga kerja langsung.

Sumber fakta: Detik Finance (29 Oktober 2026); Suara Garut (30 Oktober 2026); Rancak Media (30 Oktober 2026).

← Kembali ke Beranda