Tanggal itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu 1 November 2026, Luhut menegaskan tanggal tersebut sudah diusulkan ke Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan "kecuali ada perubahan".
Artinya, 10 November adalah jadwal yang diusulkan, bukan peluncuran yang sudah final. Bila tidak ada perubahan, Presiden akan me-roll out skema ini secara nasional pada tanggal tersebut.
Sejauh ini, 60 juta orang sudah terdaftar di GovTech sebagai calon penerima yang memenuhi syarat. Pemerintah menargetkan angka itu tembus 100 juta orang saat peluncuran. Uji coba skemanya sendiri sudah menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota, dengan 11,5 juta kepala keluarga terdaftar per 20 Oktober 2026.
Yang berubah bukan cuma medianya, tapi bentuk bantuannya. Luhut menyebut bantuan ke depan akan diberikan sebagai transfer tunai langsung ke individu penerima, bukan lagi subsidi yang menempel pada produk. Tujuannya, kata dia, penyaluran yang lebih adil dan tepat sasaran bagi yang berhak.
Sebagai konteks, peralihan bansos ke format tunai digital ini sebelumnya ditargetkan rampung pada 2027. Pendaftaran dilakukan mandiri lewat Portal Perlinsos Kementerian Sosial, dan pendataan masih berjalan hingga akhir tahun.
Sumber fakta: CNBC Indonesia via Jawawa, 1 November 2026; InvestorTrust, 20 Oktober 2026 (diperbarui 1 November 2026); Sekretariat Negara (laporan DEN, 20 Oktober 2026).



