M
MERAMUGagasan, kultur, cerita — diramu jadi satu.
← Beranda
Politik

Simbol Tiga Jari: Arti Salam yang Lagi Rame di Aksi Indonesia Sadar

Redaksi Meramu•30 Oktober 2026•3 Menit Baca
Simbol Tiga Jari: Arti Salam yang Lagi Rame di Aksi Indonesia Sadar
Bendera salam tiga jari yang dipakai demonstran anti-kudeta di Myanmar (ilustrasi). Foto: Wikimedia Commons.

Tiga jari diacungkan di Bundaran HI, 28 Oktober 2026. Ini arti salam yang dipakai dari Hunger Games sampai aksi Indonesia Sadar.

Jakarta, Meramu — Ratusan mahasiswa dan warga mengacungkan tiga jari di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 28 Oktober 2026. Gestur itu jadi salah satu momen paling viral dari aksi "Indonesia Sadar" yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Lantas, apa sebenarnya arti simbol tiga jari itu? Menurut penjelasan akun Instagram resmi BEM UI yang dikutip sejumlah media, salam tiga jari dalam aksi Indonesia Sadar melambangkan tiga nilai: kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Ketiga nilai itu dikenal dengan sebutan liberté, égalité, dan fraternité, yang terinspirasi semangat Revolusi Prancis. Dalam konteks aksi, simbol ini dipakai sebagai bentuk solidaritas sekaligus kritik terhadap kondisi politik dan kebijakan pemerintah.

Lahir dari Hunger Games

Salam tiga jari dipopulerkan novel dan film The Hunger Games karya Suzanne Collins. Dalam cerita itu, gestur tersebut awalnya bermakna terima kasih, kekaguman, dan perpisahan dengan orang tercinta di Distrik 12.

Seiring cerita berjalan, gestur itu berubah menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan Capitol yang otoriter. Dari layar, maknanya kemudian diadopsi gerakan nyata di Asia Tenggara.

Jejak di Thailand dan Myanmar

Di Thailand, salam tiga jari dipakai demonstran usai kudeta militer 22 Mei 2014 yang dipimpin Jenderal Prayut Chan-o-cha. Pemerintah Thailand kala itu melarang gestur tersebut dan mengancam penangkapan bagi yang mengacungkannya di muka umum.

Simbol yang sama kembali ramai dalam demonstrasi besar Thailand tahun 2020 yang menuntut reformasi monarki dan pemerintahan. Di Myanmar, salam tiga jari diadopsi luas usai kudeta militer Februari 2021, antara lain oleh tenaga medis, pegawai negeri, dan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) yang menolak junta Min Aung Hlaing.

Di Hong Kong, gestur ini juga tercatat dipakai dalam gerakan pro-demokrasi. Polanya sama: tiga jari menjadi kode perlawanan yang gampang dikenali, difoto, dan disebar.

Kenapa rame di Jakarta sekarang

Aksi Indonesia Sadar diinisiasi BEM UI dan Komite SADAR (Seruan Kedaulatan Rakyat). Aksi ini disebut sebagai kelanjutan dari aksi di Tugu Tani, 20 Oktober 2026, yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Di Bundaran HI, massa antara lain menyoroti biaya pendidikan yang makin mahal, harga kebutuhan pokok, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, serta evaluasi penggunaan APBN, termasuk program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan batalyon. Komite SADAR mengusung tema "Tetap atau Pergi".

Di media sosial, momen tiga jari itu ikut disebarkan dengan narasi "Sadar Diperas, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan". Narasi itu adalah framing warganet untuk aksi tersebut, bukan arti harfiah dari gesturnya sendiri.

Perlu dicatat, makna sebuah gestur bisa berbeda di tiap komunitas yang memakainya. Yang jelas dari penjelasan BEM UI, tiga jari di aksi ini berdiri untuk kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Sumber fakta: Kompas.com (28 Oktober 2026); TribunJakarta (29 Oktober 2026); zoaharian.com (29 Oktober 2026); Nerdist (latar Thailand/Hunger Games).

← Kembali ke Beranda